Sulsel Targetkan Investasi Berkelanjutan 2025

  • 20 Jan 2025 22:33 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Sulawesi Selatan (SulSel) semakin menunjukkan potensi besar dalam menarik investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurut Inyo S.T., M.Eng, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappelitbangda Provinsi SulSel, investasi merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. "Tanpa investasi, baik dari pemerintah maupun swasta, pertumbuhan ekonomi SulSel akan terbatas," ungkap Inyo dalam wawancara di Pro 1 RRI Makassar, sabtu (4/1/2025).

Inyo menambahkan bahwa investasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), membuka peluang kerja baru, dan mendorong inovasi serta transfer teknologi. "Investasi akan mendiversifikasi ekonomi daerah, meningkatkan daya saing, serta memperbesar pendapatan daerah melalui pajak," jelasnya. Dengan adanya kemajuan teknologi dan inovasi, daerah yang menarik investasi akan mengalami peningkatan signifikan dalam sektor-sektor ekonomi utama.

Pada 2024 lalu, SulSel telah mencatatkan perkembangan positif dalam sektor investasi, terutama di bidang UMKM dan pertambangan. Inyo menyebutkan beberapa investasi besar yang tengah berjalan, seperti pengelolaan rumput laut di Luwu Timur dan pengembangan pakan ternak di Bone. "Kami berharap investasi ini tidak hanya meningkatkan PDRB, tetapi juga membantu penurunan kemiskinan dan ketimpangan antar wilayah," tambahnya. Ke depannya, SulSel berfokus pada investasi yang bersifat inklusif, yakni yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi adalah melalui penyederhanaan perizinan dan pemberian insentif pajak. Selain itu, SulSel juga mendorong pengembangan kawasan industri, seperti di Makassar dan Maros. Inyo menekankan pentingnya promosi dan keamanan berinvestasi, di mana stabilitas politik dan kepastian hukum menjadi faktor utama yang mendukung investasi. "Kami bekerja sama dengan Bank Indonesia dan lembaga terkait untuk mempromosikan proyek-proyek investasi di SulSel," jelas Inyo.

Melihat ke depan, pada 2025, SulSel menargetkan untuk menyusun peta potensi daerah berbasis digital. Hal ini memungkinkan investor untuk mengetahui potensi komoditas atau wilayah yang cocok untuk investasi. Inyo berharap inisiatif ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. "Kami berkomitmen untuk menjadikan SulSel sebagai daerah yang tidak hanya tumbuh ekonominya, tetapi juga menjaga kesejahteraan sosial dan lingkungan," tutupnya.

Rekomendasi Berita